Membeli rumah bukan hanya soal lokasi strategis dan harga yang menarik, tetapi juga tentang keamanan jangka panjang. Salah satu klaim yang paling sering ditawarkan pengembang adalah “bebas banjir”, namun klaim ini tetap perlu dicek kebenarannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Dengan memahami cara mengevaluasi kondisi lingkungan secara menyeluruh, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih aman dan rasional. Sobat Propertek dapat simak artikel ini untuk mengetahui apa saja tips penting memastikan klaim perumahan bebas banjir sebelum memutuskan membeli.
Ringkasan
|

Langkah awal yang penting adalah mencari tahu apakah wilayah perumahan tersebut pernah terdampak banjir sebelumnya. Riwayat banjir bisa menjadi indikator kuat terhadap potensi risiko yang masih mungkin terjadi di masa depan.
Informasi ini dapat diperoleh dari berita lokal, data pemerintah daerah, atau laporan warga sekitar. Jika suatu kawasan sering masuk daftar wilayah rawan banjir, klaim “bebas banjir” perlu dipertanyakan lebih lanjut.

Perumahan yang berada di lahan lebih tinggi umumnya memiliki risiko banjir yang lebih rendah dibandingkan area cekungan. Kontur tanah sangat memengaruhi arah aliran air saat hujan deras.
Hindari kawasan yang terlihat lebih rendah dari jalan utama atau lingkungan sekitarnya. Jika air mudah menggenang di area sekitar, besar kemungkinan perumahan tersebut juga berisiko banjir.

Sistem drainase yang baik menjadi kunci utama pencegahan banjir di kawasan perumahan. Saluran air harus cukup lebar, tidak tersumbat, dan terhubung dengan jalur pembuangan yang memadai.
Perhatikan kondisi drainase saat survei lokasi, terutama setelah hujan. Genangan air yang lama surut bisa menjadi tanda bahwa sistem drainase belum optimal.

Perumahan yang berada terlalu dekat dengan sungai memiliki risiko banjir lebih tinggi, terutama saat debit air meningkat. Luapan sungai sering kali sulit diprediksi meskipun sudah ada tanggul pengaman.
Selain itu, perubahan tata kota di hulu sungai juga dapat memperparah potensi banjir. Karena itu, penting memastikan jarak aman antara perumahan dan aliran sungai utama.

Warga sekitar biasanya memiliki pengalaman langsung terkait kondisi lingkungan, termasuk soal banjir. Informasi dari mereka sering kali lebih jujur dan apa adanya dibandingkan materi promosi pengembang.
Anda bisa menanyakan apakah area tersebut pernah tergenang, seberapa sering banjir terjadi, dan bagaimana dampaknya. Jawaban ini dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Mengunjungi lokasi perumahan saat musim hujan memberikan gambaran nyata kondisi drainase dan aliran air. Anda bisa melihat langsung apakah air mudah menggenang atau mengalir dengan lancar.
Jika kunjungan saat hujan tidak memungkinkan, perhatikan tanda bekas genangan seperti lumpur atau saluran air yang kotor. Hal-hal kecil ini sering menjadi petunjuk penting terhadap risiko banjir tersembunyi.
Klaim perumahan bebas banjir sebaiknya tidak diterima begitu saja tanpa verifikasi. Mengecek riwayat wilayah, kondisi lahan, sistem drainase, hingga informasi dari warga sekitar dapat membantu meminimalkan risiko kerugian di masa depan.
Dengan langkah pengecekan yang tepat, Anda tidak hanya melindungi aset properti, tetapi juga kenyamanan dan keamanan keluarga. Ketelitian di awal akan memberikan ketenangan dalam jangka panjang.
Referensi:
https://propnexplus.com/detail-artikel/cara-cek-kebenaran-klaim-perumahan-bebas-banjir
FAQ